Mimpi, Ego dan Cerita



Bagaimana tidak patah hati?
Ketika temanmu dapat dengan mudah membentangkan mimpinya sedang kamu harus menaruh mimpimu dialmari hatimu dalam2.

Bagaimana tidak remuk?
Ketika temanmu leluasa membentangkan semua inginnya, sedang dibelahan dunia lain kamu sedang mengkafani semua inginmu.

Bagaimana tidak runtuh?
Ketika temanmu sedang melukiskan mimpinya, sedang ditanganmu seribu kanvas mesti kamu lemparkan jauh-jauh.

Wahai betapa tangis itu tidak pecah dipangkuan ibumu?
Ketika menyaksi orang2 sudah memulai menikmati manisnya lelahan itu, disini kamu masih memungut pecahan hatimu untuk berdiri dan memulai kembali langkah2mu dari awal.

Setiap hari
Setiap hari itu kamu mengenali emosimu dan Setiap hari juga kamu menggali doa2 panjangmu.
Setiap saat kamu mengubur semua keluhmu, dan setiap waktu juga kamu mendengarkan semua bingar hatimu.
Seribu mimpi hebatmu itu menjadi lautan tangismu.
Bisa pasti bisa kamu harus mengalahkan angan-anganmu.
Membombardir egomu.
Melunakan inginmu.
Mencairkan keadaanmu.

Tapi percayalah, suatu saat nanti orang yang sukses mendahuluimu akan terkejut melihatmu melambung tinggi dan mereka berbalik mengagumkanmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengakuan

Tulislah, Tulislah Kebaikan

Bekerja Keraslah untuk Masa Depan